Loading...
Loading...

Jumat, 18 Agustus 2017

Buntut Kasus First Travel, Kementerian Agama Kaji Aturan Batas Minimal Biaya Umrah

Loading...



WARTA KOTA, SENAYAN – Berkaca dari kasus First Travel, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pemerintah sedang mengkaji batas minimal biaya umrah.


“Manfaat dan mudarat dari perlu tidaknya batas minimal biaya umrah,” kata Lukman saat menghadiri peringatan Hari Konstitusi di Gedung DPR/MPR, Jumat (18/8/2017).


Baca: Polisi Jemput Bola Periksa Rizieq Shihab di Arab Saudi


Termasuk, lanjutnya, payung hukum yang akan digunakan bila penerapan batas minimal biaya umrah tersebut diterapkan. ‎Misalnya, dimasukkan ke dalam rancangan undang-undang atau peraturan lainnya.


Baca: Obama Kecil Dikenal Sebagai Sosok yang Cepat Ambil Keputusan


“Tentu itu menjadi bagian yang akan didalami, karena regulasinya, wadah hukumnya apa. Itu jadi bagian yang akan kita dalami,” ujarnya.


Selama ini, lanjut Lukman, yang sudah diterapkan adalah batas minimal pelayanan umrah, seperti jenis hotel dan pesawat yang digunakan dalam umrah.


“Supaya masyarakat tidak menjadi objek penipuan, karena umumnya masyarakat masih menghendaki biaya umrah paling murah,” jelasnya.


Baca: Jokowi: Orang Ekonomi Jangan Masuk ke Politik


Pengkajian batas minimal biaya umrah dilakukan untuk melindungi para jemaah. Menurutnya, keinginan para jemaah akan biaya umrah yang murah, disambut oleh perusahaan travel yang jor-joran mematok harga semurah mungkin, namun pada ujungnya malah merugikan jemaah.


‎”Maka sedang dikaji apakah perlu ada batas minimal biaya umrah, dengan harapan ada batas minimal pelayanan itu betul-betul bisa dijamin, terwujud. Nah, itu sedang didalami,” paparnya. (*)



Source link


قالب وردپرس


Loading...
Buntut Kasus First Travel, Kementerian Agama Kaji Aturan Batas Minimal Biaya Umrah
4/ 5
Oleh